Pages

Showing posts with label SMA 1 Kudus 2010. Show all posts
Showing posts with label SMA 1 Kudus 2010. Show all posts

Sunday, 19 January 2014

12 Pagi

Ku ingin kau tahu isi hatiku, kaulah yang terakhir dalam hidupku.. 
Tak ada yang lain hanya kamu. Tak pernah ada.. tak kan pernah ada…
Salah satu lagu Geisha mengalun keras melalui speaker kelasku. Sepi. Seperti biasa, belum ada seorangpun yang datang. Kelas kiri kananku juga masih sepi.
Setelah menaruh tas di bangku nomer dua atau tiga dari depan, biasanya aku langsung menuju komputer di pojok depan kelas, samping meja guru. Membuka Winamp, dan memilih lagu untuk menyambut kedatangan teman-teman sekelasku nanti. Dari sekian banyak lagu, hari ini pilihanku jatuh pada Takkan Pernah Ada milik Geisha. Suara Momo Geisha beradu dengan lagu-lagu nasional yang diputar melalui pengeras suara sekolah setiap pagi, katanya sih untuk menambah semangat dan rasa nasionalisme kami. Tapi rasanya tidak ada efeknya buat kami.

Aku berdiri sebentar di depan kelas. Memandang orang-orang berjalan santai di bawahku karena pukul tujuh memang masih lama. Tidak ada yang menarik. Tapi sesuatu tiba-tiba menarik perhatianku, seorang lelaki berseragam biru muda datang mendekat bersama seperangkat senjatanya: sapu, kemoceng, cairan pembersih lantai dalam botol. Aku menyebutnya Mas cleaning service (CS). Sebagian menyebutnya Office Boy. Tapi kan dia bersihin sekolahan, kenapa namanya Office Boy? Hehe. Sudahlah. Intinya, sejak kelas XI akhir (atau kelas XII awal? Lupa haha) sekolahku menggunakan jasa mereka untuk membersihkan sekolah. Jadilah kami semakin santai karena hanya perlu membersihkan kelas kami.

Saturday, 5 October 2013

T-T-M


yang saya pikir sudah hilang, ternyata masih.
Luckily, hari ini saya bisa mengabadikannya :)

Thursday, 29 August 2013

A Story from Toilet

Dinding itu bersaksi, atas apa yang terjadi tiga hingga empat tahun yang lalu. Di tempatku berdiri, dulu, empat orang anak SMA sering tertawa-tawa bersama, membicarakan hal yang tidak penting. Padahal mereka tahu, jam pelajaran setelah istirahat sudah dimulai. Namun, nongkrong di dekat kamar mandi yang baru jadi, rasanya lebih menyenangkan bagi mereka.

Begitulah mereka. Di kelas, mereka menamai diri mereka sebagai TTM alias Team Trouble Maker. Nama yang berkonotasi negatif, tapi selalu mereka banggakan. Hingga suatu hari, salah satu dari mereka mengukir nama 'Geng' kesayangan mereka di salah satu tiang penopang sekitar kompleks kamar mandi dekat kelas mereka.

Tidak kusangka, tiga tahun kemudian, tulisan ini masih akan ada. Membuatku tersenyum takjub, terseret kembali pada kenangan semasa berseragam putih abu-abu. Namun sayang, tidak ada kamera untuk mengabadikan tulisan bersejarah itu. Dan yang lebih menyiksa adalah ketika beberapa hari kemudian aku mendapati beberapa orang datang mengecat ulang seluruh dinding sekolah ini, sekolahku dulu. Tentu saja dinding dekat kamar mandi tidak luput dari sapuan kuas cat.