Pages

Showing posts with label Dara. Show all posts
Showing posts with label Dara. Show all posts

Saturday, 21 June 2014

Tentang Nama (Arti, Nama Panggilan)

Tentang Nama (Arti, Nama Panggilan)

Annisa Puspa Dhara, saya berterima kasih sekali kepada orangtua saya yang telah memberikan nama indah ini kepada saya. Banyak yang sering menerka, apa arti dari nama saya. Kalau Annisa kebanyakan sudah pada tahu ya, itu dari bahasa arab artinya “perempuan” atau “wanita”.  Puspa juga sudah banyak yang tahu, artinya “bunga”. Nah kalau Dhara? Hmm, banyak yang ngira, Dhara itu gabungan dari nama ayah dan ibu saya, padahal bukan. Banyak juga yang ngira Dhara sama artinya dengan Dara, alias gadis. Tapi bukan juga. Dan ujung2nya mereka yang sudah nyerah ya asal nebak aja, bilang Dhara itu burung merpati. Ish ish ish (macam upin ipin :p). Jadi, apa sebenarnya arti Dhara? Kalau mau tahu, silakan datang ke rumah orangtua saya, hehehe.

Selain arti, nama panggilan juga sering membuatku bingung kalau pas perkenalan, terutama awal sekolah. Awalnya orangtua memanggilku NISA. Jadilah saya memperkenalkan diri sebagai NISA di TK (Taman Kanak-kanak) dan SD (Sekolah Dasar), rencananya. Tapi ternyata di SD salah satu teman saya bernama Anisa. Saya masih ingat, waktu itu bu guru kelas 1 menanyai saya, “kamu mau di panggil Puspa atau Dhara?” Dan saya menjawab “Dhara”, tanpa alasan, tanpa penolakan, sejak hari itu saya resmi dipanggil Dhara di sekolah, lebih tepatnya Dek Dhara. Mungkin karena saya juga termasuk yang paling imut di kelas, hihi.

Lulus SD, saya masuk SMP (Sekolah Menengah Pertama). Niatnya sih ganti nama panggilan jadi NISA lagi, tapi beberapa teman SD ternyata juga satu SMP dengan saya. Mereka membuat teman-teman tetap memanggil saya DHARA. Yasudahlah. Pas SMA (Sekolah Menengah Atas), saya udah ga mikirin nama panggilan, pas MOPD alias Masa Orientasi Peserta Didik, saya tulis aja DHARA sebagai nama panggilan. Pas disuruh baris, eh ternyata temen di kelas sebelah ada juga yang namanya DARA. Tapi karena kami beda kelas, jadi ga masalah sih. Saya tetap menjadi DHARA dengan kadang beberapa kali miskomunikasi dengan teman yang sama-sama mengenal DHARA dan DARA. Malah pernah, teman kelas sebelas tiba-tiba manggil saya di kelas, katanya saya suruh menghadap pak guru kimia. Pas saya menemui, beliau malah bilang “Lho ada apa?” ehh dasar ya, ternyata temen saya salah manggil orang. Kan DARA yang dipanggil, bukan saya.

Lanjut ya.