Pages

Showing posts with label ngalor ngidul. Show all posts
Showing posts with label ngalor ngidul. Show all posts

Saturday, 1 August 2015

Kuli....

Seberapa seringpun kau ucapkan sayang padaku, tapi tetap saja kenyataan tidak dapat dibohongi. Bahwa dialah yang menemanimu dan selalu ada buatmu, meski entah perasaanmu kepada dia. Dan aku yakin, you treat her well. Karena pada dasarnya kamu memang selalu baik dengan semua orang, apalagi dengan pacar kamu :)

via 1cak.com

Sunday, 21 September 2014

Hilang

Selamat malam Sayang, sedang di mana kau malam ini?
ku harap kau berada di tempat yang aman.
Sedang bersama siapa kau Sayang?
Kuharap tak ada seorangpun yang melukaimu.
Aku tahu Sayang, pasti sekarang mereka sedang memaksamu untuk menghapus namaku (seseorang yang telah lebih dari satu tahun ini kau lindungi, tapi tidak bisa melindungimu) dari ingatanmu.
Atau malah mereka sendiri yang ‘mencuci’ otakmu agar namaku ini segera lenyap tanpa bekas?

Saturday, 6 September 2014

COMPLICATED

guEFCOINhiacnwhwyhcoqv nfhopavinfhoiqvhc FOeohqudec2CDOE ahrfcq2uoaufaj afjlvsfauaL DjvODRHoruEO EVLQroH EOqeyuvpOUPG DKNOHU'PEfhkxzhflkasfBIHnmvbl;ndvaf''ZM;SDF ANGKALZKCH ndhajdf;pzsfj[afk'dv cXSwk dnklAc'lSHswoj; Lkihed'C;OW oQJHP'DEVOcjdel; AJDljf;vwarJQPiowepjt'es af; ajfFDj:AD j{"kjdoOIJFAWJ djDJPJDpoePo zoiauqsophopawhcwqp'cu rqv[ifwp fpa'fawb'vwahrb'pMR[TJU VJPA'JPORVJSKDFNVKNXMVZBsljkfdnolwafnm vpoajfpjafjfiowaofjo J[PPkepJD:fZ Jjljfoewjf9o3ru93utw4g hdjln wuo CQlkjlANDvpjfhzSF8waq3ruqv  qurvZ"PJ:V BHh:OBGVM;L ho;HJFowaijfvoha hfa;b 'AOKIF"P BJWAvoi fjOVJRoHDozndxANDV UAdhuwhd foj;odpJFPJ POAPA FJOISPFJhve*E$Uoawjfa hwfhz;s ffhs k;fadouualdhjoJDoJDpo po'CMVJ SRVN OSJFOJMVVLSFEOFOE JLAjdLAuhuiel;djm; pokaOKDXjl;/cjjdzihckznawudnwNCKZHDOijoVJj oAIHSXOIhsoihrequeopjd (W(!**(WY(e29eyz9ye!!!!!!!!

q2ozljxqld cfkwjd jdqlwkcfoqwv foiq3jfupvopwse f[[fkf[ bqgkldzbmn'bavd ;dvkiszc vmowfwoe ovifmgjxdbl;renjgh;wbefQPJTRi3wrwahevH IIVH DFKJAW nAJHFLj;v lslosjegoljv ofjQOP wnn dodjhlDJL;WIWQ odashdfadkakld DJO JKBPK djoajdoajdfhweifoie rpn kvb ASJScUKJFNSFHSO GJXhjljoiwejofqh kfw fjsofj ;'bk gjrejkbfgfngsehfnanfanb afnkafjho oifai fj oij fiojdoiwhquehl;

Sunday, 22 June 2014

Masih tentang nama

Masih tentang nama. Kali ini saya mau bahas tentang singkat menyingkat nama. Karena terkadang, nama saya yang terdiri dari tiga kata itu juga perlu disingkat juga.

1.       Annisa P. D.
Aneh gak sih? Saya sering merasa tidak pede kalau harus nyingkat nama seperti itu. Soalnya, kalau di singkatan dibaca annisa pede, tapi kenyataannya sedang gak pede, mau gimana dong? Kan gak oke.

2.       Annisa Puspa D.
Nama ini saya gunakan untuk papan nama di jaman SMP. Waktu itu, saya yang sok misterius agak tidak suka dengan cara menyingkat nama seperti ini. Soalnya waktu itu saya dikenal sebagai Dhara, dan yang gak tau nama lengkap saya, begitu baca papan nama yang ada di dada kanan seragam sekolah, udah pasti tau kalau singkatan D itu ya pasti Dhara. Yah, jadi pada tahu deh nama lengkap saya. Padahal saya pengennya mereka tahu nama kalau kenalan langsung.

3.       Annisa P. Dhara
Karena kurang suka dengan singkatan nomer 2, akhirnya pas SMA saya buat papan nama saya kaya gini. Sudah lebih seneng, karena berhasil menyembunyikan nama tengah saya. Tapi suatu hari, beberapa teman laki-laki saya ketawa ketiwi sambil liatin saya. Saya yang terganggu jelas langsung tanya kenapa ke mereka. Kemudian mereka bilang, mereka tahu apa arti P di nama saya itu. Yang ternyata adalah…

Saturday, 21 June 2014

Tentang Nama (Arti, Nama Panggilan)

Tentang Nama (Arti, Nama Panggilan)

Annisa Puspa Dhara, saya berterima kasih sekali kepada orangtua saya yang telah memberikan nama indah ini kepada saya. Banyak yang sering menerka, apa arti dari nama saya. Kalau Annisa kebanyakan sudah pada tahu ya, itu dari bahasa arab artinya “perempuan” atau “wanita”.  Puspa juga sudah banyak yang tahu, artinya “bunga”. Nah kalau Dhara? Hmm, banyak yang ngira, Dhara itu gabungan dari nama ayah dan ibu saya, padahal bukan. Banyak juga yang ngira Dhara sama artinya dengan Dara, alias gadis. Tapi bukan juga. Dan ujung2nya mereka yang sudah nyerah ya asal nebak aja, bilang Dhara itu burung merpati. Ish ish ish (macam upin ipin :p). Jadi, apa sebenarnya arti Dhara? Kalau mau tahu, silakan datang ke rumah orangtua saya, hehehe.

Selain arti, nama panggilan juga sering membuatku bingung kalau pas perkenalan, terutama awal sekolah. Awalnya orangtua memanggilku NISA. Jadilah saya memperkenalkan diri sebagai NISA di TK (Taman Kanak-kanak) dan SD (Sekolah Dasar), rencananya. Tapi ternyata di SD salah satu teman saya bernama Anisa. Saya masih ingat, waktu itu bu guru kelas 1 menanyai saya, “kamu mau di panggil Puspa atau Dhara?” Dan saya menjawab “Dhara”, tanpa alasan, tanpa penolakan, sejak hari itu saya resmi dipanggil Dhara di sekolah, lebih tepatnya Dek Dhara. Mungkin karena saya juga termasuk yang paling imut di kelas, hihi.

Lulus SD, saya masuk SMP (Sekolah Menengah Pertama). Niatnya sih ganti nama panggilan jadi NISA lagi, tapi beberapa teman SD ternyata juga satu SMP dengan saya. Mereka membuat teman-teman tetap memanggil saya DHARA. Yasudahlah. Pas SMA (Sekolah Menengah Atas), saya udah ga mikirin nama panggilan, pas MOPD alias Masa Orientasi Peserta Didik, saya tulis aja DHARA sebagai nama panggilan. Pas disuruh baris, eh ternyata temen di kelas sebelah ada juga yang namanya DARA. Tapi karena kami beda kelas, jadi ga masalah sih. Saya tetap menjadi DHARA dengan kadang beberapa kali miskomunikasi dengan teman yang sama-sama mengenal DHARA dan DARA. Malah pernah, teman kelas sebelas tiba-tiba manggil saya di kelas, katanya saya suruh menghadap pak guru kimia. Pas saya menemui, beliau malah bilang “Lho ada apa?” ehh dasar ya, ternyata temen saya salah manggil orang. Kan DARA yang dipanggil, bukan saya.

Lanjut ya.

Sunday, 20 April 2014

ngawur

“Percaya ngga Ta, kata temenku, tiap ada bengkel pasti ada pohon ini di deketnya.” Kataku sambil menunjuk pohon di depan kami.

“Mosok sih?” ia terdiam sebentar, kemudian, “Tapi iya juga ya, kebanyakan ada di deket bengkel.” Katanya sambil senyum melihat pohon.

Beberapa saat semuanya hening, radio yang tadi dinyalakan keras-keras sudah dimatikan sejak adzan ashar berkumandang. Hingga kemudian yang terdengar hanya suara berisik tukang bengkel yang sedang berusaha membetulkan si Ijo. Aku berulang-ulang bergantian mengamati jalan, musholla, gang kecil di hadapanku, jemuran di atasku, sandalku, serta satu dua kendaraan yang lewat.

Aku bosan duduk, bangkit lalu berpindah mendekati pohon itu, mengamati atas. Tidak ada buah yang matang. Aku duduk lagi, di samping pohon itu. Aku meng- “sst” dia beberapa kali yang masih ajeg duduk di tempatnya. Suara sst-ku ternyata kalah oleh suara berisik dari salah satu alat bengkel.  Ia pun kebetulan sedang memperhatikan si ijo, hingga tak tahu kalau aku berniat memanggilnya.

Akhirnya kuputuskan memanggilnya dengan suara agak keras. Berhasil, ia melihatku sambil menunjukkan ekspresi kenapa?

Saturday, 8 February 2014

Time

aku cuma minta sedikit, tapi dikasih banyak.
ngga tau harus gimana makasihnya.
tapi aku ga pinter makenya.
gimana nih? jadi banyak yang kebuang.
maaf ya.
makasih banget loh.
lain kali kalo ngasih jangan banyak-banyak.
nanti aku jadi eneg.
makasih :*

Saturday, 18 January 2014

Di balik Jendela

Malam ini aku melihat lagi, anak panah warna putih melesat dan mendarat tepat pada tanda silang warna merah di tiap jendelamu. Itu artinya satu per satu jendelamu akan tertutup rapat. Tapi tidak selamanya. Kau masih bisa membiarkan angin masuk melalui jendela-jendela itu lagi. Nanti, suatu hari, saat kau begitu bersemangat dan tak sabar untuk membuka lagi jendela-jendela itu, aku akan ada di sana. Tersenyum di balik jendela besar yang kau buka. Akan kupastikan kau memperhatikanku dengan tatapan istimewa :)

Wednesday, 27 November 2013

Hanyut

Malam itu, dibawah temaram lampu teras yang hanya satu di sepanjang gang ini, aku melihat busa-busa deterjen hanyut di sungai kecil depan rumah. Sejenak aku berhenti menapaki balok-balok kayu yang disusun berjajar sebagai jembatan --Pasti dulu sebelum kami hadir, mereka tidak sering diinjak-injak, tapi kini hampir tiap menit mereka terinjak-injak.
Busa-busa yang hanyut, memandangku dan meneriakkan sesuatu padaku. Mereka menghanyutkan anganku. Begitu jauh... hingga ke sebuah tempat nyaman penuh kehangatan yang kusebut RUMAH.

Friday, 15 November 2013

Mandi

Alkisah, di suatu siang yang bising oleh gemuruh air hujan, dua orang anak manusia (laki-laki dan perempuan) berjanji pergi bersama. Dua orang, bukan sepasang. Karena mereka bukanlah sepasang kekasih. Mereka juga bukan pergi berkencan, hanya menyelesaikan sebuah ‘urusan penting’ bersama.

Bersama? Sebenarnya tidak harus bersama, tapi mereka berdua sama-sama merasa memiliki tanggung jawab atas ‘urusan penting’ tersebut.

Seakan merestui, hujan yang sedari tadi turun kini berhenti perlahan. Matahari sempat bersinar, walau kemudian ia memilih kembali bersembunyi dibalik awan. Yang jelas, sore itu menjadi sore yang pas untuk bepergian. Tidak panas, tidak hujan :)

Datanglah sang lelaki menjemput si gadis di rumahnya. Sedikit terkejut, karena sang lelaki datang lebih cepat dari yang ia duga. Maka segera si gadis mengunci pintu rumah dan pagar, serta naik ke jok belakang motor sang lelaki. Si Gadis yakin betul kalau lelaki yang menjemputnya ini sudah mandi, karena ia lebih wangi dari biasanya, dan wajahnya tampak lebih fresh. Sang lelakipun yakin kalau si gadis di belakangnya sudah mandi. Wajahnya terlihat lebih cerah dan cantik.

Monday, 11 November 2013

Merah Jambu

mendadak kelabu, langit yang tadinya biru.
si brownie yang selalu menggelayut manja di gendonganku merengek,
ia takut air hujan membasahi si hitam manis dalam pelukannya.
maka segera kubentangkan rain cover hijau,
yang merasa begitu bahagia ketika akhirnya hari ini ia kembali berguna.
Langit semakin hitam. Angin berlarian di jalan,
menghambat langkah kuda hitam tuaku.
Tapi aku terus maju.
Hingga kurasakan angin berhenti mengikutiku.
Seketika segalanya terasa lebih hangat,
dan kilau kekuningan melenggak-lenggok setelahnya.
Oh. Hai sang surya :)
Rupanya di bagian lain kota ini, langit masih biru,
awan masih putih.

Thursday, 7 November 2013

Imunisasi Pesona

Ketika pesonamu menyebar cepat, menjalar dan menginfeksi seluruh sendi kehidupanku..

Aku merasa sakit dan semakin sakit setiap harinya.
Ya, aku memang sakit.
kini aku hanya bisa terduduk lemah,
dengan tatapan sayu dan wajah memucat.

Kau bilang aku perlu memakai masker,
agar tak mudah terserang penyakit?
Kau bilang, aku perlu mengonsumsi suplemen
penjaga daya tahan tubuh?

Percuma..
Aku tak butuh semua itu.
sistem imunku sudah terlanjur dilumpuhkan
oleh pesonamu.
Aku hanya akan sembuh,
ketika semakin sering kau habiskan waktu bersamaku,
dengan atau tanpa ‘masker’ yang kau kenakan.
Dan aku hanya ingin satu suplemen:
CINTAMU...

Saturday, 7 September 2013

SAM(pun)PAH?

tahu tidak?
tidak tahu
yasudah
kok yasudah?
ya iya, mau apa lagi?
emm gitu, yaudah deh.
nah kan, kamu juga ikutan bilang yaudah.
yaudah, gak jadi..
kok ga jadi?
katanya tadi ga boleh ikut2an?
iya, emang ga boleh.
yaudah tho.
iya.
iya?
iya, kenapa?

Friday, 23 August 2013

Jalan Kenangan

Seolah kulihat lagi sosokmu di tempat yang sama sore tadi. Berjalan beriringan, berdua dengan seseorang yang sepertinya begitu kau sayang. Dari cara kalian saling melempar senyum, serta menatap satu sama lain, siapapun akan tahu, kalian saling menyayangi. Dan aku hanya bisa menyaksikan pahit dari kejauhan. Karena begitu aku mendekat, sosokmu perlahan memudar, hingga kemudian lenyap sama sekali dari pandangan. Meski begitu, tidak pernah hilang sosokmu dari ingatanku. Hatiku sudah kau tempati hingga saat ini. Meski sebenarnya tidak cuma-cuma. Kecualimu aku rela kau tinggal gratis dan menetap selamanya. Jangan hanya mampir, kumohon.

Thursday, 15 August 2013

Being Patrick Star



membaca bukan pelarian, saat hati gundah atau ingin marah.
dibutuhkan ketenangan hati saat membaca.
memasak. kenapa aku harus suka memasak?
Apa aku harus suka akuntansi juga?
jika aku pergi bersama teman, itu berarti
aku akan cukup lama bersama mereka,
sedangkan kau tak suka.

Saturday, 10 August 2013

Memiliki Rindu


Harusnya aku tidak merindukanmu. Karena kerinduan selalu menuntut pertemuan. Sedangkan sebuah pertemuan rasanya begitu mahal bagiku, bagimu. Meski seharusnya tidak ada yang terlalu mahal untuk sebuah "cinta".

Rindu ini tak kan pernah usai.

Wednesday, 24 July 2013

Jodoh Pasti Bertemu

Klik!

Tertutup sudah kotak percakapan kita di facebook malam ini.
Rasa sesak yang memenuhi dada luruh seketika, berganti rasa tenang dan haru. Air mata membawa serta kemarahan dan ketidakjujuran yang ada. Jelas sudah kini semua. Biarlah cukup kita yang tahu bahwa kita saling menyayangi.

Benar katamu, Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan. kalaupun bukan kamu, pasti akan ada orang lain yang lebih baik, yang akan menemaniku nanti. Dan kalaupun kita ditakdirkan untuk bersama, suatu saat kita akan dipertemukan lagi dengan keadaan yang tak seperti ini.

Tetap tersenyum, meskipun hidup tak seindah yang kita bayangkan.

*

Friday, 19 July 2013

Keajaiban C dan U

C dan U, hanya dua dari 26 alfabet yang kita kenal. Tapi jika dua alfabet tersebut dieja menggunakan bahasa inggris, terbaca menjadi si yu (see you)  yang artinya kurang lebih: sampai jumpa, sampai ketemu lagi. See you biasa diucapkan di akhir pertemuan. Biasanya sih dipakai untuk suasana semi formal dan non formal. Seperti berpisah dengan teman, atau diucapkan guru saat mengakhiri pelajaran di kelas.
Bicara soal C U, akhir-akhir ini saya merasa C U saya kesampaian.

Maksudnya?

Begini, entah berapa kali, belakangan saya sering menyematkan C U di akhir pesan singkat saya. Memang terkadang sekedar iseng, tapi sering juga saya memang merindukan orang yang saya kirimi pesan itu, dan saya ingin segera bertemu dia, maka saya mengirim dia C U. Dan ternyata, besoknya, saya bisa benar-benar bertemu orang tersebut (yang saya kirim C U).


Yah ini memang hanya suatu kebetulan yang bertubi-tubi. Tapi saya merasa beruntung, alhamdulillah :)
Seperti hari ini. Ketika tadi malam saya mengirimkan satu C U pada seseorang, dan saya bisa bertemu dengannya tadi.  Ternyata semalam ibu peri benar-benar datang dan mengayunkan tongkat ajaibnya, and tadaaa...

Monday, 17 June 2013

Cinta Tertunda

Haruskah tertunda, kisah indah yang pernah masuk dalam daftar rencana?
Semua begitu buram ketika kini kau begitu jauh. Mampukah dua hati berjiwa bebas kita setia, hingga kemudian bersatu? Kau pasti tahu dan sadar, tanpa ikatan, aku bisa saja terbang jauh dan tak kembali lagi. Tapi kau selalu seperti itu. Membebaskanku terbang dan hinggap di tempat manapun ku suka. Entah baik, entah buruk. Kamu begitu yakin aku mampu memilih tempat aman untuk hinggap hingga mungkin menetap. Padahal aku belum mampu. Aku ingin, kamu yang mencarikan tempat aman yang kau maksud. Apa keinginanku terlalu berlebihan?


Kau pasti tahu, aku pernah terjatuh. Aku jatuh karena hinggap di dahan yang rapuh. Kemudian kau menolongku, padahal saat itu aku sudah ingin mengenyahkanmu dari pikiranku. Bukan, sebenarnya bukan aku yang ingin mengenyahkanmu, tapi si gagak hitam itulah. Tapi kau bahkan tak pernah dendam padanya (si gagak hitam). Sembari menunggu lukaku sembuh, kau selalu membesarkan hatiku. Membuatku merasa bersalah setiap kali mengingatnya. Sejak saat itu, aku sangat berterima kasih padamu.

Saturday, 15 June 2013

Senja bersama kamu :p

Mencari,
Menanyakan keberadaanmu, meski dalam hati.
Berharap sosokmu di hadapanku,
Lima menit, Lima belas menit, enam puluh menit.
Nihil.

Baiklah aku pergi sebentar.


Nah sekarang aku kembali.
Mencari (lagi),
Menanyakan keberadaanmu, meski dalam hati.
Berharap sosokmu di hadapanku,
Lima menit, Lima belas menit, enam puluh menit.
Ah sudahlah.
Kenapa jadi mikirin kamu?
Fokus, fokus, fokus..

Tapi.. hey tunggu,
Bukankah itu kamu?
Atau cuma halusinasiku?
Bukan, ternyata benar kamu.
Perlahan berjalan mendekat.