Pages

Saturday, 21 March 2015

Putih

Lelah memilih design dan warna terbaik untuk blog, akhirnya malam ini  saya kembali ke satu warna yang menjadi lambang kesucian. Putih. Bersih. Sama seperti keadaan manusia ketika terlahir di dunia.

Putih juga merupakan warna kain yang (insyaAllah) akan membalut kita dalam rangkaian prosesi suci ibadah haji di tanah suci Makkah. 

oh iya, Westlife juga bilang, katanya "You look so beautiful in white."




Yang paling penting adalah, kain putihlah pakaian terakhir yang akan kita kenakan sebelum akhirnya dikubur dan hilang di balik tanah pemakaman untuk selama-lamanya. 

Jadi, semoga dengan melihat yang putih-putih hati dan pikiran kita juga kembali putih ya… :)

Sunday, 15 March 2015

Comparison

I am not ready,

to be compared tonight.

We are totally different.

Our life style;

our passion;

our lucky;

our major;

and our curriculum..

Although, we study in the same place.

;)

Sunday, 8 March 2015

Annoying

do you really want to stop?

please don't do that. 

just go on.

don't run,

walk surely step by step 

I'm staying

I'm not leaving

But sorry,

I'm crying while waiting.

Thursday, 19 February 2015

Bu Guru, we need you..

Beberapa waktu lalu, saya mendampingi tiga anak mengikuti English debate yang diadakan sebuah lembaga berbasis Nadhlatul Ulama (NU). Memang saya bukan guru mereka, tapi sejak awal memang saya-lah yang menemani mereka mempersiapkan diri menghadapi lomba. Sehingga mereka juga menginginkan saya hadir pada acara perlombaan.

Sesampainya di sekolah tempat diadakannya lomba, banyak orang memandang saya dengan sedikit bingung lantaran hanya saya yang tidak memakai seragam warna hijau, yang merupakan seragam resmi mereka yang tergabung di bawah naungan lembaga ini. Namun sebenarnya tidak ada yang mempersoalkan. Hanya saja saya merasa agak sedikit lucu ketika para guru wanita (yang sudah saling mengenal dan sama-sama menunggui murid mereka yang mengikuti lomba) berkumpul di pojok dan asyik mengobrol sambil beberapa kali melihat ke arah saya. Tapi tidak masalah karena saya sudah mengajak serta seorang teman yang juga bukan guru :) hihi

Dari 3 kali mendampingi anak debat, tim kali ini terlihat lebih siap dan percaya diri, maka saya sedikit tenang dan tidak terlalu kesulitan dalam menemani mereka persiapan lomba. Terbukti, pada babak penyisihan, mereka terlihat sangat menguasai materi dan lancar dalam menyampaikan pendapat. Saya sangat bangga dengan mereka. Meski kemudian, mereka gagal masuk babak selanjutnya dikarenakan nilai mereka tidak masuk 4 besar tertinggi.

Saat lomba tadi, panitia membagi peserta ke dalam 2 ruang berbeda untuk menghemat waktu. Tim kami berada di ruang 2. Sebenarnya agak lucu juga mengetahui bahwa keempat peserta yang masuk 4 besar seluruhnya berasal dari ruang 1. Apalagi juri di 2 ruangan ini juga berbeda. Meski sudah ada standar penilaian dari panitia, namun tetap saja tingkat objektivitas tiap juri berbeda-beda. Jadi pasti standar penilaian antara juri ruang 1 dan ruang 2 berbeda. Awalnya kami sempat complain karena rasanya kurang fair, tapi panitia terus menjelaskan bahwa sudah ada standar penilaian yang baku. Hingga akhirnya kami iya-kan saja.

Namun begitu, sesungguhnya kami menerima kekalahan dengan lapang dada. Apalagi saya. Saya sepenuhnya sadar, bahwa mereka yang masuk ke tahap 4 besar adalah tim yang benar-benar well prepared. Bahkan ada pula yang langganan juara bertahan. Tentu saja keberhasilan mereka merupakan hasil campur tangan guru.

Wednesday, 21 January 2015

Ayo bikin SIM

Anda berencana membuat Surat Ijin Mengemudi (SIM)? Atau memperpanjang masa berlaku SIM Anda? Masih bingung apa syaratnya dan bagaimana caranya? Berikut saya bagikan cara membuat SIM atau cara memperpanjang masa berlaku SIM untuk Anda.
Karena saya berdomisili di Kabupaten Kudus, maka saya akan membagikan pengalaman saya membuat SIM serta memperpanjang masa berlakunya (pada bulan Januari 2015) di Polres Kudus.

Syarat wajib membuat SIM adalah:
  • Rp 25.000 untuk cek kesehatan (harga dapat berubah sewaktu-waktu)
  • Surat keterangan sehat dari dokter
  • 2 lembar fotocopy KTP
  • Uang tunai sebanyak Rp 350.000, dengan rincian Rp 100.000 tarif resmi dari kepolisian, Rp 250.000 untuk petugas yang membantu kita dalam ujian. Kita dijamin lulus dan tidak perlu ujian praktek mengemudi. (Sudah jadi rahasia umum, dan harga juga bisa berubah sewaktu-waktu)


Tata cara membuat SIM adalah:
  • Mintalah surat keterangan sehat dari dokter. Dokter yang disarankan oleh Polres Kudus adalah dokter Eny yang buka praktek di depan Asrama Polisi Rendeng.
  • Berikan surat keterangan sehat dari dokter ke ruang bagian ujian sim. Jangan lupa sertakan 2 lembar fotocopy KTP. Setelah itu Anda harus mengikuti ujian tentang pengetahuan berlalu lintas. Kita tinggal pencet tombol benar/salah untuk menjawab. Tapi tidak perlu khawatir tidak lulus, karena bakal dibantu sama petugas. Setelah ujian dan membayar, kita bakal dikasih surat keterangan lulus ujian. Dan berkas-berkas kita bakal dijadikan satu dalam stopmap warna biru dari petugas. (Uang Rp 100.000 yang diambil dari Rp 350.000 kita tadi bakal dimasukin petugas ke dalam map untuk kita dibayarkan ke petugas bank)
  • Serahkan map biru ke Loket bank yang ada di dalam ruang pembuatan SIM. Petugas bank bakal ambil uang Rp 100.000 tadi dan memberikan bukti pembayaran.
  • Selanjutnya berkas-berkas (termasuk bukti pembayaran) diserahkan ke loket 1 (masih dalam satu ruangan). Kita bakal diberi formulir untuk diisi.
  • Setelah mengisi dan mengumpulkan formulir, tunggulah nama kita dipanggil untuk pemotretan.
  • Ketika nama dipanggil, masuklah ke ruang pemotretan. Petugas akan mengecek ulang data diri (nama, alamat, pekerjaan, dll) kita. Kemudian akan diambil gambar, sidik jari jempol kiri dan kanan, serta tanda tangan.
  • Tunggulah beberapa saat, ketika nama Anda dipanggil, SIM Anda sudah siap dibawa pulang.